Gubernur Ganjar Pranowo Minta Upah Guru Honorer Setara UMK: Kalau Tidak, Ya Gaji Kita yang Dikurangi -->

Gubernur Ganjar Pranowo Minta Upah Guru Honorer Setara UMK: Kalau Tidak, Ya Gaji Kita yang Dikurangi

Jumat, 26 November 2021

Bantuanguru.com -  Di momen peringatan Hari Guru Nasional 2021 yang jatuh pada 25 November, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepala daerah di 35 kabupaten/kota agar memperhatikan nasib guru honorer di daerah masing-masing sehingga menerima upah yang layak.


Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo usai memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional di SLB Negeri Semarang, Kamis, 25 November 2021.


Ganjar Pranowo juga meminta agar gaji guru honorer bisa setara dengan UMK di daerah tersebut.


“Saya mendorong para bupati dan wali kota dan DPRD kabupaten/kota untuk lebih memperhatikan nasib guru honorer. Saya harap tahun depan semua sudah bisa dapat gaji setara UMK,” kata Ganjar Pranowo.  


Selain itu, Ganjar Pranowo mengungkapkan hingga saat ini masih banyak guru di Jawa Tengah yang berada di bawah kewenangan bupati/wali kota belum mendapatkan upah layak.


Ganjar Pranowo pun bahkan membandingkan nasib guru honorer dengan nasib buruh yang mendapat perlakuan berbeda.


“Terus terang saya 'nggregel', setiap tahun kita berdebat dan memperjuangkan gaji teman-teman buruh, tapi kita lupa pada ribuan guru di Tanah Air yang gajinya memprihatinkan,” ujar Ganjar Pranowo.


Lebih lanjut menurut Ganjar, sebetulnya tidak sulit untuk menaikkan gaji para guru honorer di daerah setara UMK dan semua itu bisa dilakukan asal ada kemauan yang kuat.


“Tolong mereka dibayar setara UMK. Jangan bilang tidak ada, kalau tidak ada, ya, gaji kita (bupati/wali kota) yang dikurangi, jangan mereka guru honorer yang ditunda,” tutur Ganjar.


Sebab UMK itu, menurut Ganjar, sangat kecil untuk penghargaan pada guru apalagi, UMK tersebut hanya upah minimum.


“Itu upah minimum, lho, kasihan mereka, padahal mereka sudah bekerja 5, 10 bahkan ada yang belasan tahun. Jadi tolong, saya mendorong semua memperjuangkan itu,” kata Ganjar.


Kemudian, Ganjar juga berpesan pada seluruh guru di tanah air khususnya di Jawa Tengah tetap menjadi panutan karena sebagai guru harus bisa “digugu lan ditiru” oleh seluruh anak didiknya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara.


“Selamat Hari Guru Nasional, terima kasih sudah menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi emas. Terus berikan pendidikan karakter, ajarkan kasih sayang diantara mereka, jangan ajarkan mereka saling membenci pada sesama,” kata Ganjar.


Sementara itu, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengatakan peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru diperlukan untuk mendidik para siswa di Tanah Air menghadapi masa bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif akan melebihi penduduk usia non-produktif pada 2030-2040.


“Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah sudah mengupayakan peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru. Beberapa program yang gencar dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi dan tunjangan profesi guru. Namun, program-program ini belum mampu membawa perubahan pada kualitas pendidikan di Tanah Air,” ujar Peneliti CIPS Nadia Fairuza dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Kamis.


Dalam memperingati Hari Guru Nasional 2021 yang diperingati setiap 25 November, Nadia mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 semakin menguatkan urgensi perbaikan kompetensi guru di Indonesia, khususnya pada penguasaan teknologi digital.


Peningkatan itu penting mengingat pada 2030-2040, jumlah penduduk usia produktif atau dalam rentang 15-64 tahun akan melebihi jumlah penduduk usia non-produktif.


Demikian, menurutnya bonus demografi itu perlu dimanfaatkan dengan baik melalui ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing-masing dan juga sehat jiwa raga.


Demikian informasi yang dapat bantuanguru.com berikan mengenai Gubernur Ganjar Pranowo Minta Upah Guru Honorer Setara UMK: Kalau Tidak, Ya Gaji Kita yang Dikurangi, Semoga ada manfaatnya untuk rekan-rekan guru semua.