JELANG Pengumuman Hasil PPPK Guru 2021, DPR Desak Nadiem Tambah Nilai Afirmasi PPPK Guru, Simak RESPON Kemendikbud Ristek -->

JELANG Pengumuman Hasil PPPK Guru 2021, DPR Desak Nadiem Tambah Nilai Afirmasi PPPK Guru, Simak RESPON Kemendikbud Ristek

Kamis, 23 September 2021

Bantuanguru.com - Informasi penting untuk seluruh rekan-rekan guru honorer semua, Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021 bakal diumumkan pada Jumat (24/9) esok. Jelang H-1 pengumuman, ramai fraksi di DPR mendesak Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk menambah nilai afirmasi PPPK guru.


Anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Golkar, Nur Purnamasidi mengatakan ada ketidakadilan dalam seleksi PPPK guru 2021. Sebabnya, banyak honorer yang sudah mengajar berpuluh tahun dengan sarana prasarana yang minim, masih harus berkompetisi lewat seleksi PPPK.


Nur mengingatkan hal itu tidak tepat karena mereka dituntut untuk mengerti teknologi dan menggunakan infrastruktur penunjang tes berbasis teknologi yang masih asing bagi mereka. Atas hal itu menurut dia diperlukan penambahan nilai afirmasi sekaligus evaluasi sistem seleksi PPPK guru 2021.


"Karena itu menurut saya, pengumuman PPPK guru itu nanti dulu lah, kita pertimbangkan untuk penambahan nilai afirmasi PPPK guru yang penting kita berikan," kata dia dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Kamis (23/9).


Sebagai informasi, Kemendikbudristek memberikan nilai afirmasi pada guru di atas 35 tahun sebesar 15 persen, guru disabilitas sebesar 10 persen, dan guru honorer K2 sebesar 15 persen.


Besaran nilai afirmasi itu dinilai masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan pengabdian guru honorer dan K2 yang mengabdi selama lebih dari belasan tahun.


Anggota Komisi X DPR lainnya, fraksi Partai Gerindra, Djohar Arifin Husin menyinggung pelaksanaan PPPK guru 2021 yang mengharuskan seleksi menggunakan sistem berbasis komputer, sementara di banyak daerah terpencil, guru mengajar tidak menggunakan komputer.


"Kenapa ada tes yang memberatkan mereka padahal tidak semua guru kenal laptop dan komputer, maka nilai tesnya jadi tidak seperti yang diharapkan," kata Djohar.


Dia juga meminta Nadiem untuk meloloskan peserta guru honorer K2 dalam seleksi PPPK karena masa pengabdian yang sudah berpuluh tahun.


"Kita sepakati saja mereka lolos tes, nanti kemudian ketika masuk kita tingkatkan kualitas mereka. Jadi kita utamakan mereka yang berusia 35 tahun ke atas," kata dia.


Desakan lainnya juga muncul dari Anggota Komisi X DPR Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira. Menurutnya, dalam sistem nilai afirmasi PPPK guru perlu ada pendekatan sosial dan kompetensi supaya seleksi tersebut berkeadilan.


Penambahan poin afirmasi juga semestinya mempertimbangkan zonasi peserta PPPK guru di tempat-tempat terdepan, terpencil, terluar (3T) karena minimnya sarana prasarana.


"Dalam nilai afirmasi harusnya mempertimbangkan dua hal, pendekatan sosial-kompetensi, serta afirmasi teritori. Saya kira dua hal ini perlu dimasukkan dalam penambahan nilai afirmasi PPPK guru," kata dia.


Hasil seleksi tesPPPK guru 2021 bakal diumumkan pada Jumat (24/9). Nadiem mengatakan bahwa pengangkatan PPPK guru 2021 ini merupakan jumlah terbanyak. Sebanyak 506.247 formasi PPPK guru dibuka Kemendikbudristek pada tahun ini.


Namun seleksi PPPK guru masih dinilai bermasalah sebab kendala teknis di lapangan, serta pemberian nilai afirmasi PPPK guru yang kecil. (Sumber : Cnnindonesia.com)


Demikian yang dapat bantuanguru.com berikan mengenai JELANG Pengumuman Hasil PPPK Guru 2021, DPR Desak Nadiem Tambah Nilai Afirmasi PPPK Guru, Simak RESPON Kemendikbud Ristek, Semoga ada manfaatnya untuk rekan-rekan semua.